perilaku produsen

Produksi adalah segala sesuatu yang secara langsung maupun tidak langsung ditunjukkanuntuk menghasilkan barang dan jasa atau mempertinggi faedah barang guna memenuhikebutuhan manusia. Produksijuga dimaksudkan untuk menghasilkan barang-barangkonsumsi, yaitu barang-barang yang segera dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhanmanusia atau konsumsi.

 

Untuk menjamin kegiatan produksi, diperlukan alat-alat yang dapat digunakan untukmenghasilkan barang/jasa yang disebut factor produksi atau sumber daya ekonomi.Sumber daya ekonomi meliputi :

  1. factor produksi alam
  2. factor produksi tenaga kerja manusia
  3. factor produksi modal
  4. factor produksi kewirausahaan

 

Produksi optimal dikaitkan dengan penggunaan factor produksi untuk memproduksioutput tertentu, posisi optimal ini dicapai dimana tidak dimungkinkan untuk meningkatkanoutput tanpa mengurangi produksioutput yang lain.

 

Tingkat Produksi Optimal

Tingkat produksi optimal atau Economic Production Quantitiy (EPQ) adalah sejumlahproduksi tertentu yang dihasilkan dengan meminimumkan total biaya persediaan (Yamit, 2002). Metode EPQ dapatdicapai apabila besarnya biaya persiapan (set up cost) danbiaya penyimpanan (carrying cost) yang dikeluarkan jumlahnya minimum. Artinya,tingkat produksi optimal akan memberikan total biayapersediaan atau total inventoricost (TIC) minimum.

Metode EPQ mempertimbangkan tingkat persediaan barang jadi dan permintaan produkjadi. Metode ini juga mempertimbangkan jumlah persiapan produksi yang berpengaruhterhadap biaya persiapan.Metode EPQ menggunakan asumsi sbb :

  1. barang yang diproduksi mempunyai tingkat produksi yang lebih besar dari tingkatpermintaan.
  2. selama produksi dilakukan, tingkat pemenuhan persediaan adalah sama dengantingkat produksi dikurangi tingkat permintaan.
  3. Selama berproduksi, besarnya tingkat persediaan kurang dari Q (EPQ) karenapenggunaan selama pemenuhan.

 

Penentuan Volume Produksi yang Optimal

Menurut Riyanto (2001), penentuan jumlah produk optimal hanya memperhatikan biayavariable saja. Biaya variable dalam persediaan pada prinsipnya dapat digolongkan sbb :

  1. Biaya-biaya yang berubah-ubah sesuai dengan frekuensi jumlah persiapan prosesproduksi yang disebut biaya persiapan produksi (set-up cost).
  2. Biaya-biaya yang berubah-ubah sesuai dengan besarnya persediaan rata-rata yangdisebut biaya penyimpanan (holding cost).

 

Biaya penyimpanan terdiri atas biaya yang-biaya yang bervariasi secara langsung dengankuantitas persediaan. Biaya penyimpanan per periode akan semakin besar apabila rata-rata persediaan semakin tinggi.Biaya yang termasuk sebagai biaya penyimpanandiantaranya :

  1. Biaya fasilitas-fasilitas penyimpanan (termasuk penerangan, pemanas ataupendingin)
  2. Biaya modal (opportunity cost of capital)
  3. Biaya keusangan
  4. Biaya perhitungan fisik dan konsiliasi laporan
  5. Biaya asuransi persediaan
  6. Biaya pajak persediaan
  7. Biaya pencurian, pengrusakan atau perampokan
  8. Biaya penanganan persediaan, dan sebagainya.

 

Sumber : http://paperusadvance.blogspot.com/2010/04/perilaku-produsen-produksi-optimal.html

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: